hunting for herpet
Dalam postingan ini, saya ingin cerita salah satu kegiatan paling mengasyikan selama saya kuliah sebagai mahasiswa Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata. Kegiatan apakah itu? Hunting for Herpet.
Kalo anda ngga tau apa herpet itu, tenang, anda ngga sendiri, dan saya akan menjelaskannya pada anda.
Herpet adalah kependekan dari herpetofauna. Herpetofauna adalah istilah untuk satwa dari ordo reptilia dan ampibia. Reptilia itu contohnya ular, kadal-kadal, buaya, ampibia itu ya kodok sama katak.
Saya adalah anggota Kelompok Pemerhati Herpetofauna, dan kegiatan yang paling saya suka adalah berburu herpetofauna. Berburunya di kampus aja kok. Ngga jauh-jauh ke hutan. Biasanya mulai jam 8 malem selesai jam 10 ato 11 malem (Masa’ pagi?). Lokasinya bisa dimana aja, dan yang menyenangkan adalah, lewat kegiatan berburu ini saya jadi banyak tau lokasi-lokasi yang jarang di jamah manusia di dalam kampus saya. Saya yakin, ngga banyak yang tau kalo di depan gedung rektorat ada rawa yang banyak ular, katak, ato kodoknya. Saya juga berani bertaruh, cuma sedikit mahasiswa yang pernah nyasar nemu sawah di belakang kandang Fakultas Peternakan. Jadi, bayangkan, kami seperti manusia-manusia kurang kerjaan yang malam-malam menyambangi lokasi-lokasi tak strategis, belum diberi lampu, lalu mondarmandir menyorot semak-semak, rumput-rumput, kubangan lumpur, genangan bekas hujan, saluran air, bawah jembatan, pohon-pohon, dengan senter mencari ular, kadal, katak, atau kodok.
Kalo ketemu, trus diapain? ya ditangkep laah.. pernah kebayang nangkep uler, kadal, kodok, ato katak? saya dulu juga ngga, dan kalo ngga ada kegiatan berburu ini, saya ngga akan tau bahwa sebenernya saya ngga takut sama makhluk2 itu. banyak orang yang takut ato jijik sama ular atau kodok kan.. anda salah satunya?
Cara tepat menangkap ular adalah, pegang pangkal kepalanya, pastikan dia ngga bisa noleh-noleh untuk mencari kesempatan menggigit. kalo Ularnya berukuran sedang dan tidak terlalu berbisa, boleh dipegang ekornya lalu angkat tinggi sampai si ular tidak mampu melawan gravitasi dan kesulitan mengangkat kepalanya untuk menggigit. Cara tepat menangkap kadal, sama, pegang pangkal kepalanya, jangan sampai kena gigit. Pernah denger mitos, kalo digigit tokek ngga akan lepas sampe ada gledek yang suaranya menggelegar. Mitos itu ngga sepenuhnya salah, karena gigitan kadal-kadalan memang susah banged dilepasin. Yang paling gampang ya nangkep katak ato kodok. Tinggal hap! Kurung si katak/kodok dalam tempurung telapak tangan. Waktu pertama belajar dulu, saya menangkap korban pertama saya, Bufo melanostictus, ato kita kenal dengan nama kodok buduk. Entah karena terlalu bersemangat ato takut si kodok melarikan diri, Hap! setelah saya tangkap, lalu saya genggam erat-erat sampai si kodok lemas tak bergerak. Sekarang, sudah ngga begitu lagi, sudah bisa memperlakukan katak ato kodok dengan lebih berperikesatwaan.
Kalo sudah di tangkap, trus? Trus dimasukin ke kantong spesimen. Keren ya namanya kan-tong spe-si-men. Padahal cuma plastik bening kiloan kok.. hehe.. lalu di kumpulkan di kantong kresek yang lebih besar, untuk diidentifikasi, ditimbang, diukur, lalu dilepaskan lagi di tempat tadi dia ditangkap. Untuk ular biasanya pake kantong yang dibuat dari kain karung terigu.
Saya pernah menemani adik kelas praktek pengamatan herpet. Kegiatannya sama, cari-cari herpet untuk ditangkap dan diidentifikasi. Salah satunya bertanya pada saya: “Kak, emang bener ya kalo nginjek kodok itu sial?”
saya menjawab: “Sial banged, buat kodoknya soalnya keinjek sama lo.. hehehe”
Do not forget to subscribe to this blogs RSS feed!



Subhanallah… Seru sekali!! Tapi dnd belum bisa tuh menganggap ular/kodok/reptil binatang lucu… -__-
Ini gambar ular warna-warni utk pemburu herpet:
http://www.bukisa.com/articles/42491_the-worlds-most-colorful-snakes
amj said this on March 11, 2009 at 3:34 am
ular, kodok, reptil, memang ngga semuanya lucu kok dnd.. hehe..
kunangkunang said this on March 19, 2009 at 3:58 am