silahkan tunggu
seberapa banyak waktu dalam hidup kita, telah kita habiskan untuk menunggu? mungkinkah sepanjang hidup itu sendiri untuk menunggu mati?
entah kenapa, tiba-tiba saya diingatkan pada momen-momen menunggu dalam hidup saya yang begitu banyaknya, hingga membentuk sebuah slogan dalam otak saya, bahwa hidup adalah penantian.
coba deh, anda pikir-pikir, dalam satu hariiii saja, berapa kali anda berada dalam situasi menunggu. menunggu di antrian toilet, menunggu pesanan makan datang, menunggu angkutan, menunggu balasan sms. lalu ekstrapolasi pada skala yang lebih besar, menunggu yang membutuhkan waktu lebih lama. menunggu kepastian tanggal sidang, menunggu panggilan kerja, menunggu hasil ujian, menunggu kenaikan gaji. masih bisa di ekstrapolasi ke skala yang lebih besar lagi? silahkan coba.
atau, menunggu hanyalah situasi ketika kita terjebak tak lagi menikmati detik-detik yang tengah bergulir di depan mata. ketika kita bergerak lebih cepat dari kenyataan yang sedang terjadi. ketika yang kita ingin adalah melompat ke masa mendatang, tanpa sempat menyimpan keindahan-keindahan yang berlewatan di detik ini. at the present time.
atau?
Do not forget to subscribe to this blogs RSS feed!

menunggu ??
mungkin sebuah momen dimana diri ini terhenti, karena perbedaan siklus dgn lingkungan ?
entahlah,
karena saya tidak suka dalam situasi menunggu, jadi ya tidak membiarkan sensasi menunggu bersemayam dalam diri lama-lama…
bukan sesuatu yg bagus ya ? ^_^
WasiL said this on February 11, 2009 at 10:08 am
Atau menunggu hanyalah sebuah bentuk lain dari perjuangan?
Menunggupun tak hanya dengan berdiam diri bukan?
Bahkan antri di toiletpun kita tidak hanya berdiam diri. Kita bergerak kesana-kemari, sembari berusaha menahan diri. Seperti halnya menunggu sms, kita berjuang untuk tidak mengirimkan “Bales napa kek…” atau “Sibuk banget sampe sms gue nggak dibales..”.
Tapi kenyataannya menunggu adalah perjuangan.
Menunggu hingga suatu saat, Tuhan memberikan tanda titik kedalam garis hidup kita. Menunggu saat itu adalah perjuangan. Hingga titik itu tiba, kita harus memperjuangkan hidup kita agar dipenuhi manfaat.
RB. Raditya Mahendrata said this on February 16, 2009 at 11:29 am
menunggu itu pilihan
mau dirasakan dari sisi waktu yg terbuang sia-sia, atau dirasakan sebagai kesempatan untuk melakukan sesuatu yg bisa dinikmati.
aku kadang bersenandung kecil kl lagi ngantri cuci tangan di KFC
kadang melihat keluar jendela ke arah awan dan menikmati riak geraknya kl pesanan makanan di foodcourt blm datang
tinggal positifin aja
ZirahRetak said this on July 23, 2009 at 6:44 am